KHAZANAHNEWS.COM**Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Senin(9/3) menggelar bincang bareng media dan buka bersama puluhan wartawan yang tergabung dalam wartawan ekonomi. Hadir pimpinan BI Perwakilan Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, Humas Afri Jhonson dan jajaran pejabat BI Bengkulu.

Kaperwil BI, Wahyu Yuwana Hidayat menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa ramadan hari ke 20, diungkapnya pingin bincang bareng media digelar lebih terjadwal. Memelihara uang yang rusak bisa ditukar ke Bank Indonesia rupiah sebagai simbol kedaulatan negara harus dijaga dan dirawat. Wahyu juga menyampaikan stok sembako cukul dan harga terjangkau dan tidak ada panic buying.
Program Serambi BI sudah menyiapkan uang senilai Rp. 2 triliun untuk masyarakat menukar dengan uang kecil. Dari 10 titik 7 titik sudah terisi dengan kas keliling baik di Kota Bengkulu maupun di sejumlah Kabupaten khususnya dilokasi masjid, bandara dan rest area. Di tower penukaran uang cash dan bazar. Dengan penukar uang mencapai 12.000 orang. BI juga memprogramkan penanaman pohon, program spektakuler BI lsinnya yakni mengelola limbah uang lusuh dikelola dijadikan bahan listrik karena limbah uang kertas mengandung energi hampir sama dengan batu bara. Bila 1 kilogram batu bara bisa menghasilkan energi sebesar 5 kkal, maka 1 kilogram limbah uang kertas menghasilkan 4 kkal.
“Beberapa waktu lalu kami sudah mengirimkan sebanyak 9 ton limbah uang kertas, jika 1 kg uang kertas bisa menjadi 1 kWh listrik maka 9 ton dapat menghasilkan 9.000 kWh listrik,” ujar Wahyu.
Lebih lanjut dijelaskan, Teguh Saputra secara detil, apa itu uang asli dan bukan, ciri yang khusus dan umum, beda tahun cetak dan emisi terbit. Penetapan penggantian uang rusak dan bisa ditukar di Bank Indonesia agar masyarakat tidak rugi, logo harus asli, ukuran masih 2/3 masih bisa ditukar, nomor seri masih sama. Bincang bareng media yang berlangsung di RM Kampoeng Pesisir kawasan Pantai Panjang berlangsung seru dan antusias para wartawan.***hasanah









