DPK Provinsi Gelar Lokakarya Bukukan Pesan Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal

oleh -9 Dilihat
oleh

 

KHAZANAHNEWS.COM**Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, membuka secara resmi Lokakarya Penulisan Materi Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal dengan tema “Penguatan Pesan Antikorupsi untuk Membangun Masyarakat Berintegritas Berbasis Kearifan Lokal”, yang digelar di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Rabu (21/10).

Dalam sambutannya, R.A. Denni menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga harus disertai upaya pencegahan yang dimulai dari perubahan pola pikir, cara bekerja, pengambilan keputusan, hingga tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Menurutnya, lokakarya ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Melalui pendekatan kearifan lokal, pesan antikorupsi diharapkan dapat disampaikan secara lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan menjadi nilai yang diterapkan dalam keseharian.

“Saya sangat berharap lokakarya ini menghasilkan sesuatu yang konkret. Jangan berhenti pada diskusi, jangan berhenti pada konsep, dan jangan berhenti pada naskah yang hanya tersimpan dalam dokumen,” ujar Denni. Lanjut Denni gubernur memberi kepercayaan pada Kadis DPK Provinsi untuk menggelar lokakarya untuk mendapatkan masukan cara mencegah korupsi dengan budaya kearifan lokal. Baik itu budaya rejang, serawai, melayu maupun lembak. Harapannya agar korupsi yang banyak menjerat pejabat dan pihak swasta dapat diminimalisir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Dr. H. Meri Sasdi, M.Pd., berharap seluruh peserta dapat mengikuti lokakarya dengan serius dan penuh semangat agar menghasilkan materi antikorupsi yang berkualitas.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan materi yang luar biasa. Untuk itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh semangat sehingga hasil yang diperoleh juga maksimal,” ujar Meri.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kalangan penggiat literasi dan anti korupsi, di Bengkulu penggiat korupsi tergabung dalam kelompok Paksi= penggiat anti korupsi. Melalui lokakarya tersebut, diharapkan lahir materi edukasi antikorupsi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat. Meri Sasdi mengaku berterima kasih pada Gubernur yang sudah memberi kepercayaan pada DPK untuk lokakarya dan membukukan hasilnya melalui buku. Hingga bisa menjadi acuan bagi asn maupun masyarakat luas untuk memahami bagaimana menolak korupsi. Harapannya peserta yang ikut lokakarya bisa memberi masukan positif untuk membuat Bengkulu bebas korupsi.

Lokakarya menghadirkan Kasagas II KPK bidang pembinaan peran masyarakat, Dion Hardika Suwarto dan dua narsum dari akademisi Unib yakni dosen Fisip DR.Gushevinalti dan Ahmad Wali,SH, MH     Gushevinalti menyampaikan kegiatan lokakarya sangat bagus untuk dipahami semua kalangan. Karena korupsi sudah  membuat banyak asn terjerat hukum. Pemprov mencoba cara lokal atau kearifan lokal untuk pencegahan korupsi. Kearifan lokal diyakini jika diterapkan akan meminimalisir korupsi yang sudah merajalela saat ini.***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.