EDI HARYANTO DUKUNG WALIKOTA BENGKULU REVITALISASI KAWASAN S .PARMAN SEPERTI MALIOBORO

oleh -248 Dilihat
oleh

Edi Haryanto saat studi banding di Yogya

Sedikit sumbang saran

KHAZANAHNEWS.COM**Konsep Penataan Jalan S. Parman Kota Bengkulu ala Malioboro Yogyakarta*
Untuk mewujukan program pak walikota tersebut ada beberapa hal yang harus kita benahi di kawasan S.Parman

*Penetapan Kawasan Wisata Jalan Kaki*

Tentukan segmen Jalan S. Parman (misal dari simpang Skip Padang Jati sampai dengan simpang lima atau rumhh sakit RS HD dan Bank BNI 46). Titik Pusat perhatian pengunjung ada bundaran simpang lima dan tugu ibu fatmawati (di jogya gedung BNi dan tugu jogya)

Pada jam-jam tertentu (misal sore sampai malam 18.00 – 23.00 WIB) diberlakukan car free night untuk kendaraan, jadi khusus pejalan kaki, sepeda, dan angkutan wisata.

Lakukan *Penataan Fasilitas Pedestrian*
Seperti trotoar dilebarkan di kedua sisi jalan, dengan pakai paving block *motif etnik Bengkulu.*
dan pasang kursi-kursi santai bergaya klasik, lampu jalan artistik model kolonial Bengkulu, dan pot bunga hias.

Sediakan *area parkir khusus* di sekitar jalan menuju PDK dan jalan menuju kebun beler sehingga jalan S.Parman benar steril dari parkir kendaraan dan pejalan kaki akan nyaman untuk berjalan kaki di sepenjang jalan S.Parman.

Di samping itu bikin *Zona Kegiatan & Wisata kuliner* seperti zona Kuliner Tradisional Bengkulu, stand makanan lesehan & food truck yang menjual kuliner khas: Pendap, Lema, Kue Tat, Gulai Kemba’ang , gulau unji, gulai tempoyak dan kuliner khas bengkulu lainya. Pasilatas pejalan kaki di S.Parman juga harus nyambung dengan
*Zona Kerajinan dan Souvenir* di jalan Sukarno

Untuk *Zona Pertunjukan Seni* harus ada area panggung kecil untuk live music akustik, musik dol, tari tradisional, dan street art.

Di dekat simpang lima dan didepan kantor telokom harus ada *Zona Selfie & Spot Foto*
Hiasan landmark tulisan *“S. Parman Heritage Street”* atau *“Bengkulu Night Walk”*, mural sejarah, patung Fatmawati & Soekarno, lampu-lampu gantung tematik.

Untuk pedagang harus ada *Manajemen Pedagang & Tata Niaga*
Di mana pedagang berjualan di sekitar jalan S.Parman harus terdata data dan tertib, dimana PKL agar punya lapak tetap,dengan seragam tenda, rapi dan bila perlu pakaian khas desain bengkulu. Sistem retribusi harian yang resmi, ( tidak ada pungli) pengelolaan oleh BUMD atau koperasi PKL.

Yang tidak kalah pentingnya. harus ada *Event Rutin & Festival*
Seperti *Night Market Mingguan*
Setiap malam minggu ada event spesial: lomba musik jalanan, bazar UMKM, festival dol.

*Festival Budaya Bengkulu*
Diadakan tiap bulan sekali, parade budaya, dol, tari kreasi, teater jalanan dll.

Bekerjasama dan Kolaborasi Stakeholder
dengab Kerja sama dengan kampus kampus di seperti UNIB, UMB, Daihasen, Unihas, komunitas seni, pelaku UMKM, dinas pariwisata, dishub, dan investor lokal. Supaya mereka juga ada adegen kegiatan seni, budaya dan pertujukan di kawasan ini, dan Satpol PP untuk rutin penertiban.
Bentuk Forum Pengelola Kawasan Wisata S. Parman. dan masyarakat sadar wisata
Terakhir bikin juga *Branding & Promosi Digital*
dengan cara bangun akun media sosial khusus *“@wisata_sparmanbkl”*
dan harus aktif promosi video pendek di TikTok, Instagram, dan YouTube tentang suasana jalan, kuliner, dan pertunjukan seni. Di S.Parman

*Harapan & Dampak*
– Meningkatkan wisata malam Kota Bengkulu.

– Mendorong ekonomi kreatif & UMKM.

– Memberi ruang berekspresi bagi seniman lokal.

– Membentuk ikon wisata baru setara Malioboro Yogyakarta. di kota
Semoga kawasan wisata S.Parman ini terwujud.***has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.