KHAZANAHNEWS.COM**Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, bersama anggota Suharto dan Darmawansyah menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mengawal percepatan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai agar mampu menjadi pusat ekspor utama di wilayah barat Indonesia.

Dalam kunjungan kerja bersama jajaran Pelindo, Teuku menjelaskan bahwa salah satu fokus utama adalah pendalaman alur pelayaran. Saat ini kedalaman alur telah mencapai sekitar 6,5 meter dan akan ditingkatkan menjadi 12 meter melalui proses pengerukan yang sedang dipersiapkan.
Menurutnya, target kedalaman 12 meter dipilih karena telah memenuhi standar pelayaran internasional. Dengan kondisi tersebut, kapal-kapal berkapasitas besar akan dapat bersandar di Pelabuhan Pulau Baai sehingga seluruh komoditas unggulan Bengkulu dapat diekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan di provinsi lain.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pelindo sebelumnya telah menyepakati kerja sama yang memungkinkan seluruh produk ekspor Bengkulu diberangkatkan melalui Pelabuhan Pulau Baai apabila kedalaman alur telah melampaui 11 meter.
“Ini menjadi kabar yang sangat baik bagi dunia usaha. Produk seperti batu bara, kopi, karet, kelapa sawit hingga hasil perikanan nantinya dapat langsung dikirim dari Bengkulu,” ujarnya.
Teuku juga menyampaikan apresiasinya karena sejumlah perusahaan mulai mengalihkan aktivitas pengiriman minyak sawit mentah (CPO) melalui Pelabuhan Pulau Baai, yang sebelumnya menggunakan pelabuhan di luar Bengkulu. Langkah tersebut dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan pendapatan daerah.
Selain membahas pengerukan alur, DPRD turut menyoroti kondisi jalan menuju pelabuhan yang mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar. Persoalan tersebut selama ini banyak dikeluhkan masyarakat karena mengganggu mobilitas warga.
Ia mengatakan Pelindo telah mengalokasikan program perbaikan jalan dan proses pengadaan proyek diperkirakan dimulai dalam waktu dekat. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai berlangsung sekitar September 2026 dan diharapkan selesai pada triwulan pertama hingga triwulan kedua tahun berikutnya.
Di sisi lain, DPRD juga mendorong pembangunan jalur alternatif bagi masyarakat. Salah satu opsi yang tengah dibahas ialah pembangunan jembatan pada jalur evakuasi agar warga tidak lagi bergantung pada akses utama menuju kawasan pelabuhan yang kerap diberlakukan sistem buka-tutup.
Menurut Teuku, keberhasilan revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai akan menjadi motor penggerak perekonomian Bengkulu. Bahkan, ia optimistis pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat dari kisaran lima persen menjadi sekitar tujuh persen apabila seluruh proyek pengembangan berjalan sesuai rencana.
Peningkatan aktivitas ekspor juga diyakini akan membuka ribuan lapangan pekerjaan baru, sekaligus memperkuat daya saing investasi di Provinsi Bengkulu.
Namun demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, salah satunya revisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, perubahan regulasi diperlukan agar kawasan sekitar pelabuhan dapat ditetapkan sebagai kawasan industri.
Status kawasan industri dinilai sangat penting karena menjadi syarat masuknya investor besar yang ingin membangun fasilitas produksi di Bengkulu. Dengan hadirnya kawasan industri, berbagai perusahaan nasional maupun internasional diperkirakan akan lebih tertarik menanamkan modalnya di daerah tersebut.
Sementara itu, kepala Pelindo, Dimas menjelaskan bahwa proses pengerukan alur maupun pembangunan infrastruktur pelabuhan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan pemerintah pusat. Seluruh anggaran harus melalui tahapan evaluasi dan pengadaan sesuai regulasi yang berlaku.
Pelindo memastikan desain proyek telah selesai disusun. Meski sempat mengalami penyesuaian anggaran akibat perubahan harga material dan biaya operasional, pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada September atau Oktober tahun ini.
Pelindo juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti penataan kawasan permukiman di sekitar pelabuhan. Meski demikian, perusahaan berkomitmen tetap memberikan akses yang aman bagi masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
DPRD Provinsi Bengkulu berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, Pelindo hingga masyarakat dapat memperkuat sinergi agar revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai berjalan sesuai target. Dengan dukungan seluruh pihak, pelabuhan kebanggaan Bengkulu tersebut diyakini mampu berkembang menjadi gerbang utama perdagangan dan ekspor yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.***hasanah










