Jembatan air martan seluma dilihat dari udara gunakan drone(14//4)
KHAZANAHNEWS.COM**Investigasi dilokasi jembatan Air Martan Kabupaten Seluma yang opritnya tergerus air pasang. Cukup mencengangkan, karena abrasi laut dan terjangan air sungai menjadi ancaman serius. Jembatan Air Martan yang terletak dilokasi perkebunan sawit PT Agri Andalas dan Kebun Sawit anggota dewan Provinsi Edison Simbolon. Tepatnya pertemuan desa Pasar Ngalam dan Desa Rawa Endah. Jembatan Air Martan dibangun karena jalan dan jembatan milik Kabupaten Seluma diserahkan ke Pemprov.

Geotek dan sirtu siap dipasang
Namun kondisi jembatan lama pinggir pantai tersebut sudah turun dan berlubang. Atas usulan harus dibangun jembatan baru, karena jalan tersebut akses petani sawit, pengangkut pasir dan jalan umum ke Bengkulu dari Kabupaten Seluma melintasi Pasar Ngalam terus ke Pasar Talo Seluma Selatan. Pemprov Bengkulu melalui BPBD provinsi tahun 2023 lalu mengusulkan anggaran ke BNPB Pusat setelah lama anggaran turun 2024 dan mulai dikerjakan tahun 2025.

Pekerjaan jembatan Air Martan cukup berat dan penuh resiko, namun kontraktor bonafid PT Rotek tetap mengerjakan dengan melibatkan tenaga teknis dan konsultan. Pekerjaan jembatan Air Martan dikerjakan sesuai spesifikasi dengan anggaran Rp.16 miliar. Pekerjaan sesuai jadwal dan diresmikan Gubernur Helmi Hasan. Diluar dugaan dan prediksi cuaca ekstrem dan iklim siklon tropis curah hujan dengan intensitas tinggi. Jembatan Air Martan yang berjarak hanya 50 meter dari pantai sebelah kanan dan pusaran air sungai dari tiga aliran sebelah kiri.

Hantaman air pasang yang cukup kuat membuat oprit jembatan bagian tengah hanya selebar 15 meter ambrol. Sementara bagian struktur lainnya masih kokoh seperti sediakala. Pemprov Bengkulu sudah meninjau dan mengeluarkan statemen oprit ambrol karena tergerus air pasang. BPBD Provinsi Bengkulu bersama kontraktor PT Rotek sudah bertindak cepat dengan memperbaiki oprit yang ambrol dengan pemasangan geotek.

Pemprov melalui asisten 1 Khairil Anwar dan sejumlah pejabat terkait termasuk Sekda Herwan Antoni sudah meninjau dari dekat dan mengakui ambrolnya oprit bawah jembatan akibat hantaman air pasang dari lau dan pusaran air sungai dari tiga aliran. Sekda minta karena masih masa pemeliharaan kontraktor segera memperbaiki agar jembatan bisa berfungsi seperti semula.
Khazanahnews.com yang investigasi lokasi jembatan Air Martan Desa Rawa Endah Seluma Selatan, Selasa(14/4). Melihat dari dekat kondisi jembatan Air Martan masih kondisi kokoh, oprit yang ambrol berkisar 15 meter. Pelaksana proyek, Arif didampingi perwakilan BPBD Provinsi, Novan yang ditemui dilokasi jembatan menjelaskan, kondisi jembatan masih kokoh dengan persentase kerusakan oprit bawah jembatan hanya 2,2%. Sedangkan 98% kondisi jembatan masih kokoh.
Untuk perbaikan oprit yang tergerus hantaman air pasang, pihak rotek akan memasang Geotek yang bisa menahan air masuk dan tidak menggerus oprit. Lanjut Arif, oprit yang tergerus air dikedalaman oprit 6 meter hanya 2,5 meter. Untuk memasang geotek, pihaknya membongkar oprit lama dasar jembatan disusun dan dibungkus geotek terus ditimbun sirtu dan dipasang geotek sampai empat lapis. Arif menyadari kondisi sekitar jembatan dekat pantai dan sungai pasir campur tanah yang mudah tergerus hantaman air pasang yang cukup kuat.
Diakuinya pekerjaan jembatan sesuai SPEK namun ancaman abrasi sungai dan abrasi pantai tetap jadi ancaman ke depannya. Sebab itu ia berharap PUPR Provinsi atau BWSS 7 bisa membantu memasang breakwater atau pengaman sungai dan pantai. Pantauan dilapangan kondisi jembatan Air Martan nampak masih kokoh, hanya bagian bawah jembatan yang opritnya tergerus masih menyisakan material yang menumpuk.
Pihak kontraktor sudah menyiapkan alat berat untuk mengangkat sisa oprit ke atas untuk diganti dengan pemasangan geotek. Arif dan Novan mengaku optimis jika sudah dipasang Geotek hantaman air pasang tidak akan menggerus oprit jembatan. Meski ancaman abrasi tetap mengintai. Untuk meminimalisir abrasi laut, kontraktor juga menambah pekerjaan dengan menambah beton pembatas bawah jembatan lama agar air tidak meluber dan merusak oprit jembatan lama yang sudah miring. “Intinya bencana alam diluar kuasa manusia, namun sebagai kontraktor kami bertanggungjawab apalagi masih masa pemeliharaan kami ini kami sudah mulai memperbaiki, alat sudah ada, geotek dan material sirtu juga sudah ada,” jelasnya optimis.***hasanah









