KONFERPROV PWI DIHARAP BERJALAN DEMOKRATIS TANPA INTERVENSI?

oleh -6 Dilihat
oleh

 

BY; Hasanah,S.Pd

KHAZANAHNEWS.COM**Hajatan lima tahunan Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Provinsi Bengkulu, bakal digelar tanggal 18 Juli 2026 mendatang. Tiga kandidat terbaik sudah lolos verifikasi dan sudah dikirim ke PWI Pusat. Mereka adalah Petahana, Marsal Abadi,SE,(Harian Rakyat Bengkulu), Doni Aftarizal,SH (Radar Utara) dan Iyud Dwi Mursito, M.Pd(Online Iko Bengkulu). Kapasitas ketiga kandidat sebagai kuli tinta belasan tahun tidak diragukan lagi alias sudah bersertifikat kompeten dibuktikan dengan mengantongi sertifikat Uji Kompetensi Wartawan(UKW) dari Dewan Pers.

Daftar pemilih tetap(DPS) dari PWI Pusat juga sudah turun dengan jumlah wartawan yang memiliki hak pilih sebanyak 134 wartawan dengan berbagai tingkatan UKW baik Muda, Madya maupun Utama. Ratusan wartawan suka cita menyambut Konferprov. Perbincangan dan kasak kusuk terdengar dan terjadi disetiap sudut. Semuanya bermuara bagaimana jagoannya bisa menang dan menjadi orang nomor satu di PWI Provinsi Bengkulu untuk periode 2026 – 2031.

Semua kandidat punya trik dan massa pendukung masing-masing, baik wartawan provinsi maupun wartawan di Kabupaten/Kota sudah memberi dukungan awal yakni dukungan untuk syarat 20% pencalonan. Masing-masing sudah yakin meraup suara sesuai loby dan pertemanan. Ini suatu hal yang wajar di negara demokratis, hak memilih dan dipilih dijamin Undang-Undang. Namun bisik-bisik mencuat bahwa kelompok tertentu ingin memaksakan memenangkan dengan intervensi ke pemilih dengan intervensi “Gaya Lamo”? alias petunjuk Pasirah.

Masih relevankah, rasanya tidak lagi berlaku karena seperti kata Wak Hasan dan Abraham “Setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya,” ini jelas setiap wartawan berhak menentukan pilihannya. Siapa yang diyakininya bisa membawa perubahan signifikan seluruh aspek sesuai era geopolitik dan efisiensi saat ini. Bukan orang yang dipaksa untuk menang namun tidak memiliki arah perubahan sesuai rekam jejak?

Karena beban ketua PWI ke depan siapa pun yang menerima takdir dan amanah, harus membuktikan setiap janji dan visi disaat Konferprov, semua kawan-kawan wartawan tentu akan menagih dan minta bukti janji tersebut? Beban ketua yang dipilih dan dipercaya yang pertama merangkul semua wartawan dan saling koordinasi. Menentukan arah dengan kebijakan penguasa meski tanpa harus kehilangan daya kritis dan kontrol sosial. Menata anggota dengan dokumen kartu, ukw dan skill teknologi informasi alias digital serta perlindungan hukum jurnalis di lapangan.

Membenahi kondisi gedung dan fasilitas PWI yang butuh renovasi.? Ketua PWI juga harus tampil dalam kegiatan seremonial baik undangan DPRD Provinsi maupun undangan Pemprov dan lainnya. Karena PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia ikut andil dalam kemerdekaan RI dan mitra sejati Pemerintah terutama dalam kemajuan daerah. Yang terpenting anggota harus ikut dan berkiprah dalam kegiatan lokal dan nasional sesuai agenda PWI Pusat. Lebih dari itu ketua terpilih harus memberi jalan untuk kesejahteraan anggota PWI secara bersama dan menjaga soliditas agar marwah dan martabat organisasi terus terjaga.***

(Penulis hasanah ‘Pengurus PWI Provinsi Bengkulu ketua seksi bidang pendidikan’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.