Pemprov Paksa Bangun Jalan Khusus Batubara? Pengusaha Ngaku “Sulit Terwujud”?

oleh -7 Dilihat
oleh

KHAZANAHNEWS.COM**Kerusakan jalan di Provinsi Bengkulu terutama Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah, selalu dikeluhkan pengendara yang melintas  dan ini terus terjadi sudah puluhan tahun. Pemprov Bengkulu melalui dinas PUPR dengan keterbatasan anggaran melakukan perbaikan dan tambal sulam. Kerusakan jalan penyebab utamanya karena truk angkutan batubara yang konvoi kerap melintas.


Pemerintah provinsi melalui Dinas ESDM dan Dishub Provinsi bersama pengusaha pertambangan menggelar rakor perizinan sektor pertambangan Minerba, dikantor gubernur, Rabu(8/7). Rakor dibuka Wagub, Mian didampingi kadis ESDM Rico Yulyana dan Dishub Hendri. Mian menyampaikan pemprov tidak menghalangi investasi dalam bidang apa pun baik perkebunan maupun sektor pertambangan.

Disampaikan wagub banyak keluhan orang datang ke Bengkulu melintas dijalan kabupaten Bengkulu Utara dan Benteng banyak jalan rusak dan nyaris mencelakai pengendara. Ini semua disebabkan truk angkutan batubara yang melintas melebihi kapasitas dan truk tidak ditutupi terpal hingga debu beterbangan membahayakan sekitar. Sebab itu wagub menegaskan harus dibuat jalan khusus angkutan batubara, sesuai aturan yang berlaku.seperti di Sumsel dan Lampung.

Pengusaha batubara seperti disampaikan Yurman Hamedi, pembangunan jalan khusus batubara di Bengkulu Utara dan Benteng “sulit terwujud”. Karena disana banyak orang Rejang dan orang Lembak, “kalau tanahnya dibangun jalan bisa dikapaknya kita” kata Yurman serius. Selain itu juga kesulitan sopir truk membeli solar karena harus menunggu dan antri berhari-hari. “Kalau angkut batubara 20 ton ongkos plus gaji sopir menjadi Rp.4.500.000, kami tekor Rp.500.000”. Tegasnya. Pemilik IUP menyampaikan karena baginy barang sampai, pusing kepala mengurus truk angkutan. Menurutnya pemilik iup tidak harus terlibat karena angkutan diurus vendor. Selain itu masalah solar yang sulit didapat dan terbatas, hingga kalau sudah diperbatasan mereka sudah deg-degan soal solar. Kalau didaerah lain solar mudah didapat walau minim tapi sopir diberi solusi.

Kadis ESDM Rico Yulyana menegaskan pihaknya selalu koordinasi dengan Pertamina dan stok mencukupi. Solusi lainnya menambah SPBU karena saat ini pihaknya hanya memantau SPBU lancar.Dalam rakor juga ditandatangani MoU mematuhi aturan angkutan batubara dan siap disanksi***hasanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.