KHAZANAHNEWS.COM**Sebanyak 167 Orang Peserta Mengikuti Pelatihan Teknis Pembuatan Pupuk Dan Aplikasi Pupuk Organik Angkatan V, Vi, Vii, Viii Dan X Di Provinsi Bengkulu. Pelatihan Ini Digelar Selama 4 Hari, Mulai 19 Sampai 22 Oktober 2026, Dalam Rangka Pelatihan Pengembangan Sdm Perkebunan Tahun 2026.

Peserta Sebanyak 167 Orang Ini Terdiri Dari Petani Sawit, Gapoktan, Serta Perwakilan Dari Dinas Perkebunan Dan Pertanian 3 Kabupaten, Yaitu Bengkulu Tengah, Kabupaten Seluma, Dan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pelatihan Ini Bertujuan Meningkatkan Kompetensi Dan Kemandirian Para Pelaku Perkebunan, Agar Mampu Membuat Dan Mengaplikasikan Pupuk Organik Secara Benar. Sehingga Hasil Perkebunan Lebih Baik, Tanah Lebih Subur, Dan Biaya Produksi Lebih Murah.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu
Herwan Antoni Mengatakan
Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat mendukung pelatihan ini. Kami mengapresiasi kegiatan Pelatihan Teknis Pembuatan Pupuk dan Aplikasi Pupuk Organik ini, karena ini sangat penting untuk perkebunan di Bengkulu.167 peserta ini dari petani sawit, Gapoktan, dan Dinas Perkebunan dan Pertanian Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Selatan. Ini bukti kalau petani kita semangat untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Dengan pelatihan ini, kami harap petani Bengkulu bisa mandiri membuat pupuk organik sendiri, tidak lagi tergantung pupuk kimia yang mahal, dan hasil kebunnya semakin bagus.”
“Pemerintah Provinsi Bengkulu akan terus mendukung program pengembangan SDM perkebunan seperti ini. Karena kalau SDM-nya bagus, perkebunan Bengkulu akan maju, produktif, dan petani semakin sejahtera,” tegas Herwan Antoni Sekdaprov Bengkulu. Ia minta semua peserta sesudah ikut pelatihan bisa bekerja nyata membuat dan memanfaatkan pupuk organik.
Sementara Direktur Utama Pt. Citra Widya Education, Nugroho Kristono mengatakan Pelatihan ini kami selenggarakan dalam rangka Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026. Total pesertanya ada 167 orang, untuk 5 angkatan sekaligus, yaitu Angkatan V, VI, VII, VIII dan X.”
“Materinya lengkap, dari teori pembuatan pupuk organik, cara memilih bahan baku, proses fermentasi, sampai aplikasi pupuk organik ke tanaman secara langsung.”
“Peserta tidak hanya teori, tapi langsung praktek. Kami ajari cara membuat pupuk organik dari bahan yang ada di sekitar kebun, seperti kotoran ternak, sisa tanaman, dan limbah perkebunan. Tujuannya agar peserta bisa mandiri, tidak lagi tergantung pupuk kimia yang harganya mahal.”
“Harapan kami dari PT. Citra Widya Education, setelah pelatihan ini 167 peserta ini bisa langsung praktek di kebun masing-masing, dan menularkan ilmunya ke petani lain di Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Selatan,” ujar Direktur Utama Pt. Citra Widya Education, Nugroho Kristono.
Sementara itu
Ketua Tim Kerja Kelembagaan Dan Ketenagaan Pusat Pelatihan Pertanian Bppsdmp Kementan, Dr. M. Apuk Ismane
Mengatakan Peran BPPSDMP Kementan dalam program ini adalah memastikan pengembangan SDM perkebunan berjalan dengan baik. Kami sangat mengapresiasi antusiasme 167 peserta ini, dari petani sawit, Gapoktan, dan Dinas Perkebunan dan Pertanian Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Selatan.”
“Pupuk organik ini sangat penting untuk perkebunan di Bengkulu, khususnya sawit. Kalau tanah terus-menerus dikasih pupuk kimia, tanahnya akan rusak, keras, dan tidak subur lagi. Dengan pupuk organik, tanah menjadi lebih gembur, subur, dan hasil perkebunannya juga lebih bagus dan sehat.”
“Program ini juga mendukung ketahanan pangan dan perkebunan berkelanjutan. Petani yang bisa membuat pupuk sendiri, biayanya lebih murah, tidak tergantung pasar, dan hasil panennya tetap berkualitas.”
“Harapan kami, 167 peserta ini bisa menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing, di Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Selatan. Jangan hanya berhenti di pelatihan, tapi ilmunya harus diaplikasikan dan ditularkan,” Pungkas Ketua Tim Kerja Kelembagaan Dan Ketenagaan Pusat Pelatihan Pertanian Bppsdmp Kementan, Dr. M. Apuk Ismane. Kadis DTPHP Provinsi Bengkulu Sri Herlin Desvita didampingi Kabid Perkebunan, Bickman menyampaikan sangat mendukung pelatihan pembuatan aplikasi pupuk organik, agar SDM bisa meningkat dan tanah lebih subur untuk menghasilkan tanaman yang subur dan berbuah banyak***hasanah












