KHAZANAHNEWS.COM** DP3AP2KB Provinsi Bengkulu menggeĺar rakor penyediaan layanan terhadap perempuan dan anak. Rakor digelar di Madelin hotel, Selasa(11/11) dibuka asisten 1 Khairil Anwar mewakili gubernur. Menghadirkan narasumber kompeten perwakilan Kejati, Ristianti Andriani, SH, MH, dari Polda Iptu Fredy Simare-mare, Ombudsman Kabid Riksa Jaka, Kadis DP3AP2KB Ns. Gusti Miniarti, S.Kep,MH dan moderator Violina Yuheny,SE,MM. Khairil menyampaikan, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu cukup tinggi, namun tahun 2024 terjadi penurunan.

Lanjut Khairil kita sangat prihatin kekerasan fisik maupun verbal masih banyak menimpa perempuan dan anak. Pemprov Bengkulu dibawah gubernur Helmi Hasan mendorong masyarakat untuk lebih dekat pada agama sebagai pencegahan. Selain itu untuk pelaku agar diberi hukuman berat sebagai efek jera bahkan hukuman maksimal? Dari sisi sosial pemprov mengimbau agar bisa diberlakukan hukum adat melalui perangkat kearifan lokal. Dengan demikian selain hukum negara kita berikan juga hukuman sosial hukuman kearifan lokal.
Intinya masyarakat harus mendekatkan diri dengan agama salah satunya melalui memakmurkan masjid memperhatikan anak yatim bersedekah berzakat dan perbuatan baik lainnya. Dengan semua bisa paham bagaiman pencegahan dan menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak di provinsi Bengkulu.
Ditambahkan kadis DP3AP2KB provinsi Bengkulu, Nr.Gusti Miniarti, S.Kep,MH mengakui bahwa angka kekerasan pada perempuan dan anak di provinsi Bengkulu sejak 2021-2025 cukup tinggi mencapai 200 kasus. Namun tahun 2024 terjadi penurunan. DP3AP2KB terus berupaya agar angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di provinsi Bengkulu bisa diminimalisir.rakor diikuti pihak terkait DP3AP2KB Kabupaten/Kota, PPA Polres/Polda Bengkulu***hasanah











