KHAZANAHNEWS.COM**Bank Indonesia perwakilan Bengkulu menggelar sarasehan perekonomian, diseminasi LPP Bengkulu edisi Mei 2026 dan diseminasi kajian fiskal regional. Sarasehan digelar di Mercure Hotel, Rabu(28/7) sarasehan dibuka asisten perekonomian R.A. Denni mewakili Sekda menyampaikan perekonomian Bengkulu tetap tumbuh positif 4,79% didukung konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, pertambangan dan konstruksi sebagai penjaga investasi agar tetap positif. Pemprov mengajak mencermati kondisi Bengkulu agar dapat meningkatkan perekonomian Bengkulu.
Lanjut Denni, Setneg sudah ke Bengkulu baru-baru ini Pemprov minta Perpres diperpanjang, Pemprov akan kembali mengkaji membangun jalan kereta api agar angkutan batubara bisa lancar dari Sumsel ke pelabuhan Pulau baai. Karena jarak ke Bengkulu hanya 95 Km. Kuncinya pelabuhan lebih kondusif dan tol Bengkulu diteruskan pembangunannya. Pemprov berharap Menhub dan Bappenas dapat merealisasikannya. Untuk saat ini Pulau Enggano yang sangat potensial sudah dilakukan cetak sawah seluas 420 hektar, sebab itu pengembangan berbagai bidang termasuk transportasi.
Guna tumbuhnya ekonomi Bengkulu investasi harus diperkuat sebagai motor penggerak dan menjaga inflasi tetap terkendali bahkan di Sumatera Bengkulu nomor satu. Nomor satu juga dalam pengelolaan tenaga kerja. Bengkulu juga membangkitkan UMKM diseluruh Kabupaten/Kota agar ekonomi tetap tumbuh. Pemprov sangat berterima kasih pada Bank Indonesia yang terus melakukan langkah-langkah untuk memajukan perekonomian Bengkulu.
Kepala perwakilan Bank Indonesia, Wahyu Yuwana Hidayat memaparkan Bank Indonesia terus menjaga stabilitas Pasar Uang salah satunya dengan intervensi. Likuiditas dalam bentuk kredit yang signifikan. Juga perbankan diberi kemudahan dalam mendapat pinjaman kredit. Alat tukar digitalisasi. Perkembangan ekonomi makro daerah, pertumbuhan ekonomi Bengkulu triwulan 1 2026 tumbuh positif sebesar 4,72%(yoy), meski sedikif melambat namun masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera yang tumbuh 5,13%(yoy) maupun nasional 5,61%(yoy).
Pertumbuhan ekonomi di Bengkulu ditopang oleh kuatnya aktivitas ekonomi domestik, terutama dari sisi lapangan usaha, pertanian, kehutanan dan perikanan seiring meningkatnya produksi berbagai tanaman pangan, peternakan dan perikanan laut, pertambangan dan perdagangan, sarasehan menghadirkan narasumber dari ISEI, Afriza, pakar ekonom nasional dari Jakarta, Alfian dan DJP Ismail.Menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, akademisi, dunia usaha, Kadin, Gapki dan opd terkait ***hasanah











