Oase, Bank Indonesia Bengkulu Bahagiakan Wartawan

oleh -13 Dilihat
oleh

By: Hasanah

Senyum sumringah, lepas dan terpancar kegembiraan layaknya big familly happy dari puluhan wartawan ekonomi Bank Indonesia dan pimpinan Bank Indonesia Wahyu Yuwana Hidayat, Tulus, Afri Jhonson dan staf BI. Kegembiraan lepas tersebut  punah saat soliditas terjalin alamiah. Wartawan yang selama ini tenggelam dalam rutinitas memburu berita(hunter news) diberi kesempatan berharga Bank Indonesia untuk turun bareng ke lapangan, Kepahiang dan Curup RL.


Semua sudah biasa melakukan perjalanan namun kebersamaan bigbos BI Bengkulu bersama puluhan wartawan ekonomi bisa dianggap pekerjaan rumit. Apalagi wartawan yang kebanyakan sulit diatur. Namun bagi ketua panitia Afri Jhonson itu hal mudah, komunikasi intens via grup wattshap wartawan bisa lebih mudah berkomunikasi. Hari keberangkatan on time menggunakan dua bus meluncur ke kabupaten kaya kopi Kepahiang. Perjalanan dua bus santai dan merayap ringan diliku 9 sopir yang ramah dan pakam membuat wartawan enjoy dan tak ada yang puyeng.


Dalam bus para wartawan terdengar ketawa cekikikan,berkaraoke bahkan ada yang tidur menikmati perjalanan. Tiba dihalaman kantor bupati Kepahiang, wartawan  disambut dibawah tenda dan panggung yang sudah berlangsung kegiatan ‘Bincang Kopi” menghadirkan narsum kompeten pegiat kopi, koperasi kopi dan pebisnis kopi. Wartawan terpaku dan konsens menyimak kesuksesan pengusaha kopi anak Nick Coffee yang sudah sukses merambah dunia kopi ditingkat Sumatera dan Nasional. Puncak kekaguman wartawan dan kebanggaan saat, truk kontainer yang memuat 19,2 ton kopi robusta yang akan dilepas Wagub Mian, Kpw BI Wahyu Hidayat, Bupati Kepahiang Zurdi Nata, Bupati Lebong Azhari dan sejumlah Sekda untuk di ekspor ke negeri Pizza Italia. Lompatan besar BI ini dalam hati ada bangga dan kekaguman dibawah kepemimpinan Wahyu Yuwana Hidayat yang tiada henti menciptakan daya ungkit dan mengokohkan UMKM dan dari hulu hingga ke hilir hingga produk kopi Bengkulu bisa menembus ekspor langsung ke Italia.

Terobosan BI selain membina dan mendanai UMKM juga berupaya mengkukuhkan ‘Branding’ Kopi Bumi Rafflesia go internasional. Kerja keras BI tidaklah sia-sia puluhan tahun produk perkebunan asal Bengkulu baik itu kopi, cpo sawit, juga produk perikanan seperti udang dan ikan. Dibawah keluar melalui pelabuhan Teluk Bayur Sumbar, Pelabuhan Panjang Lampung atau Tanjung Periuk Jakarta. Mirisnya, branding Bengkulu hilang tak dimuat sehingga bak pepatah “sapi punya susu kerbau dapat nama”. Bengkulu hanya sebagai kebun, laut atau tambak. Dinding inilah yang diterobos BI Bengkulu “Branding itu penting karena menyangkut nama besar” sampai Wahyu Yuwana Hidayat dihadapan para Bupati.

Tengah hari yang menyengat saat musim kemarau, truk kontainer bermuatan 19,2 ton kopi robusta dilepas dihalaman kantor Bupati Kepahiang, “ini sejarah ekspor perdana kopi branding Bengkulu ke Italia” sampai Wahyu Yuwana Hidayat semangat, lelahnya tertunai, sorak sorai dan tepuk tangan bergema dan truk bergerak melaju menuju pelabuhan.

Sorenya, rombongan bergerak ke kabupaten Rejang Lebong untuk rehat, esoknya wartawan diberi pelatihan dan skills instan meracik kopi dan wartawan bergaya ala Barista. Sangat mengasikkan apalagi lokasi diatas bukit dan pinggir sungai danau mas bastari yang indah penuh kesejukan dari pemandangan gunung Bukit Kaba.

Malamnya, wartawan diajak gala dinner dilantai 2 resto hotel Syakila Talang Rimbo Baru, disinilah kegembiraan dan soliditas terjalin erat. Usai makan malam yang bermenu mantap, panitia memberi apresiasi bagi wartawan peracik kopi ala barista dengan hadiah dan voucher belanja sebagai motivasi. Berikutnya acara hiburan beberapa wartawan menyumbangkan lagu slow dan malam semakin merambat. Berikutnya Kpw BI Wahyu Yuwana Hidayat didaulat untuk bernyanyi, Wahyu pun membawakan lagu favoritnya dari grup band Tipe X. Suasana pecah semua wartawan turun dan berjoget riang gembira, pokoke joget abis plus saweran. Tanpa jarak, tanpa batas semuanya bergembira ria. Seuntai kata Wahyu “kita sudah seperti saudara”. Senyum bahagia kembali tersungging dan malam berlalu begitu singkat.

Hari ketiga rabu 9 September cuaca sejuk menyelimuti kota curup, wartawan bersiap menuju lapangan tembak Batalyon A Brimob Selupu Rejang Curup. Ini aktivitas yang mendebarkan dan tapi juga buat penasaran. Setelah pengarahan wartawan diberi kesempatan menembak dilapangan milik Brimob Batalyon A, secara bergiliran enam orang wartawan maju dan mendapat petunjuk cara menggunakan senjata dari anggota Brimob yang ramah dan sabar. Meski dikursus singkat dan tidak mengenai sasaran namun puluhan wartawan sudah bisa mengokang dan menembakkan senjata laras pendek. Sementara itu Kpw BI dan istri, Afri Jhonson dan beberapa staf BI selain menggunakan laras pendek juga menggunakan senjata laras panjang. Hampir enam jam berlatih tembak, acara pun berakhir Danyon pelopor A Brimob Kompol Thomson Sirait,S.Sos sangat mengapresiasi Bank Indonesia yang mengajak puluhan wartawan berlatih menembak selain uji nyali juga untuk melatih konsentrasi. Sebagai penutup acara hiburan orgen, Wahyu Yuwana Hidayat kembali didaulat untuk bernyanyi dan kembali lagu Tipe X Kau Tidak Sendiri kembali bergema hingga semua kembali berjingkrak-jingkrak termasuk Danyon Kompol Thomson Sirait. Menjelang asar rombongan wartawan bergerak pulang dan satu tak terlupakan kenangan dan kekompakan BI dan wartawan ekonomi. Meski lelah namun senyum lepas dan bahagia terpancar dari wajah, terima kasih Bank Indonesia sudah peduli Bengkulu dan wartawan Ekonomi,sukses selalu***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.