KHAZANAHNEWS.COM** Jembatan Air Martan sudah berfungsi normal dan pengendara sudah bisa melintas dengan aman. Hari ini, senin 27 April 2026 pengendara yang melintasi, kebanyakan truk pengangkut sawit mengaku sudah merasa aman dan berterima kasih pada kontraktor PT ROTEK bersama BPBD Provinsi gercep memperbaiki oprit jembatan Air Martan yang tergerus air pasang pertengahan April lalu.

Dirut PT Rotek Ir.Purwanto via wattshapp menyampaikan saat ini pihaknya sudah menuntaskan perbaikan oprit jembatan yang sempat tergerus akibat hantaman air pasang abrasi sungai dan laut, . Sesuai kajian tim teknis dan kondisi lapangan jembatan beton Air Martan dipasang
Geotek empat lapis dan sirtu yang dibungkus. Sehingga diyakini ketahanan oprit akan lebih kuat dari hantaman abrasi. Diakuinya struktur jembatan yang sesuai spek masih kokoh.
Pihak rotek menurunkan satu alat berat jenis eskavator agar pekerjaan perbaikan oprit bisa lebih cepat dan tidak mengganggu pengendara yang melintas. Karena jalan tersebut akses petani sawit, pengangkut pasir dan jalan umum ke Bengkulu dari Kabupaten Seluma melintasi Pasar Ngalam terus ke Pasar Talo Seluma Selatan. Saat ini jembatan Air Martan sudah berfungsi normal dan disambut antusias warga sekitar karena akses lebih lancar. Pemprov Bengkulu melalui BPBD provinsi tahun 2023 lalu mengusulkan anggaran ke BNPB Pusat setelah lama anggaran turun 2024 dan mulai dikerjakan tahun 2025.
Lanjut Purwanto cuaca ekstrem dan iklim siklon tropis curah hujan dengan intensitas tinggi. Serta hantaman abrasi sungaibdari tiga aliran dan abrasi laut menyebabkan oprit jembatan Air Martan tergerus. Karena hanya berjarak 50 meter dari pantai sebelah kanan dan pusaran air sungai dari tiga aliran sebelah kiri.
Pelaksana proyek, Arif didampingi perwakilan BPBD Provinsi, Novan yang ditemui dilokasi jembatan belum
Lama ini menjelaskan, kondisi jembatan masih kokoh dengan persentase kerusakan oprit bawah jembatan hanya 2,2%. Sedangkan 98% kondisi jembatan masih kokoh.
Untuk perbaikan oprit yang tergerus hantaman air pasang, pihak rotek akan memasang Geotek yang bisa menahan air masuk dan tidak menggerus oprit. Lanjut Arif, oprit yang tergerus air dikedalaman oprit 6 meter hanya 2,5 meter. Untuk memasang geotek, pihaknya membongkar oprit lama dasar jembatan disusun dan dibungkus geotek terus ditimbun sirtu dan dipasang geotek sampai empat lapis. Arif menyadari kondisi sekitar jembatan dekat pantai dan sungai pasir campur tanah yang mudah tergerus hantaman air pasang yang cukup kuat.
Diakuinya pekerjaan jembatan sesuai SPEK namun ancaman abrasi sungai dan abrasi pantai tetap jadi ancaman ke depannya. Sebab itu ia berharap PUPR Provinsi atau BWSS 7 bisa membantu memasang breakwater atau pengaman sungai dan pantai. Pantauan dilapangan kondisi jembatan Air Martan nampak masih kokoh, hanya bagian bawah jembatan yang opritnya tergerus masih menyisakan material yang menumpuk.
Pihak kontraktor sudah menyiapkan alat berat untuk mengangkat sisa oprit ke atas untuk diganti dengan pemasangan geotek. Arif dan Novan mengaku optimis jika sudah dipasang Geotek hantaman air pasang tidak akan menggerus oprit jembatan. Meski ancaman abrasi tetap mengintai. Untuk meminimalisir abrasi laut, kontraktor juga menambah pekerjaan dengan menambah beton pembatas bawah jembatan lama agar air tidak meluber dan merusak oprit jembatan lama yang sudah miring. “Intinya bencana alam diluar kuasa manusia, namun sebagai kontraktor kami bertanggungjawab apalagi masih masa pemeliharaan, ini kami sudah mulai memperbaiki, alat sudah ada, geotek dan material sirtu juga sudah ada,” jelasnya optimis.***hasanah










